Darurat Karhutla: 1.446 Hektare Lahan Terbakar di Palangka Raya

PALANGKA RAYA, FREKUENSI PUBLIK — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan data per 16 Oktober 2026, tercatat 896 kejadian karhutla di Palangka Raya dengan luas lahan terbakar mencapai lebih dari 1.446 hektare. Sementara itu, total luas lahan yang terbakar di seluruh Kalimantan Tengah mencapai 19.170 hektare.

Kabut Asap Ancam Kesehatan Masyarakat

Kabut asap yang menyelimuti wilayah terdampak menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Di Palangka Raya, tercatat 121 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang ditangani melalui delapan puskesmas.

Anak-anak dan balita menjadi kelompok yang paling rentan terhadap paparan asap kebakaran. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap dampak karhutla, terutama apabila kualitas udara terus memburuk.

Petugas Hadapi Kendala Pemadaman

Upaya pemadaman di lapangan menghadapi berbagai tantangan. Medan yang sulit serta jalan berpasir menyebabkan kendaraan tangki air kerap amblas sehingga menghambat mobilisasi petugas dan distribusi air.

Selain itu, jarak pandang yang terbatas akibat kabut asap turut menyulitkan operasi pemadaman melalui jalur darat maupun udara. Kondisi ini menuntut koordinasi dan penanganan yang lebih intensif dari petugas gabungan.

Kebakaran Ancam Habitat Satwa Liar

Dampak karhutla tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga mengancam kelangsungan hidup satwa liar. Di Kabupaten Kotawaringin Timur, seekor orang utan betina berusia sekitar 20 tahun dilaporkan telah dievakuasi.

Ancaman serupa juga muncul di kawasan Warkesi, Raja Ampat, tempat kebakaran dilaporkan mengancam habitat satwa endemik, termasuk burung cenderawasih merah.

Pemerintah Intensifkan Penanganan

Pemerintah bersama petugas gabungan terus melakukan upaya pemadaman dan mengoordinasikan bantuan lintas sektor untuk menangani kebakaran.

Besarnya luas lahan yang terbakar menunjukkan bahwa karhutla masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan penanganan berkelanjutan. Selain pemadaman, perlindungan kesehatan masyarakat dan penyelamatan habitat satwa juga menjadi aspek penting dalam menghadapi bencana ini.


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama